Obati Luka Tanpa Drama

Jumat malam, Aisha main dengan tenang di ruang depan. Tiba-tiba
Hhuuaaaaa sakiiiittt 😭”
Ummi yang saat itu lagi membaca di kamar, bergegas keluar ingin tahu apa yang menyebabkan Aisha mendadak menangis.

Ternyata, kulit dibawah kuku Aisha terluka. Tadi Aisha sedang bermain-main dengan stiker hadiah dari teman Ummi. Dan karena Aisha baru potong kuku, stiker yang cukup tebal itu melukai kulit dalam kuku Aisha. Kebayang kan pasti perih banget 😦

Dalam kondisi seperti ini, apa yang biasanya Ibu-ibu lakukan? Menotolkan alkohol pada luka trus menambahkan obat berjenis iodine agar luka cepat sembuh? Atau mencari obat merah dan langsung diaplikasikan ke luka?

Saya memilih tidak melakukan keduanya.

Boro-boro mau menotolkan obat luka iodine, melihat botol obatnya saja, Aisha makin kenceng nangisnya, karena tau obat ini menambah rasa perih pada luka. Udah perih karena luka, perih lagi karena dikasih obat. Double deh perihnya 😦

Dan kenapa tidak “obat merah” seperti yang dulu semasa kecil kita gunakan?
“Obat merah” berisi larutan merkurokrom yang dapat membuat luka basah menjadi kering. Merkurokrom saat ini tidak dibenarkan lagi penggunaannya karena mengandung senyawa merkuri organik yang bersifat toksik bagi otak. Ada yang bilang boleh menggunakan obat merah sekali-kali asal tidak sering. Tapi buat saya, saya tidak akan pernah memasukkan zat yang bersifat toksik ke dalam tubuh anak.

Jadi yang Ummi lakukan adalah, menyemprot luka Aisha dengan Hansaplast Spray Antiseptik, untuk mencegah dan mengatasi infeksi. Kemudian ummi menutup lukanya dengan plester Hansaplast agar luka tidak terkontaminasi bakteri, terlindung dari gesekan, dan menjaga luka tetap lembab agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Biar semangat, saya minta Aisha pilih sendiri gambar plesternya. Hansaplast punya banyak pilihan desain gambar di plesternya loh. Dan kali ini yang Aisha pilih adalah Hansaplast bergambar hewan.

Mengapa Ummi pilih Hansaplast Spray antiseptik?
Kita semua tahu bahwa hansaplast adalah ahlinya pertolongan pertama. Saya ingat ketika saya dulu mengikuti Palang Merah Remaja, setiap belanja obat di apotek, plester dan obat luka yang kami beli adalah Hansaplast. Dan kebiasaan mengisi kotak P3K dengan Hansaplast pun terbawa sampai sekarang.

Hansaplast juga selalu berinovasi untuk mendapatkan produk pertolongan pertama yang semakin baik dan menjadi solusi bagi masalah seputar luka. Saya pertama kali tahu plester anti air, produk Hansaplast. Plester lucu-lucu dengan motif yang beragam (yang akhirnya dikoleksi anak saya) plester Hansaplast. Dan yang terbaru, Produk Hansaplast Antiseptik Spray, produk spray untuk luka #gapakeperih adalah produk dari Hansaplast.

Hansaplast Spray Antiseptic mengandung Polyhexamethylene Biguanide (PHMD) yang lebih baik dalam mengobati dibandingkan alkohol, iodine, ataupun hidrogen peroksida yang umum terdapat pada obat luka. Ketiga jenis bahan ini sebaiknya dihindari karena dapat mengakibatkan iritasi dan perih.

Nah, PHMD yang terkandung pada Hansaplast Antiseptik Spray, biasa digunakan di Rumah Sakit loh. PHMD lebih dipilih karena sifatnya yang tidak berbau, tidak berwarna, tidak menyebabkan perih, dan efektif dalam mencegah dan mengatasi infeksi.

Sediakan selalu Hansaplast Antiseptik Spray dan Hansaplast Plester dirumah. Inilah “dua sejoli” penghuni baru didalam tas saya, sebagai P3K bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Terutama untuk Ibu-ibu yang memiliki anak yang aktif, sehingga peluang jatuh, kejedot, dan lukanya lebih besar.

Dan utamanya tetap selalu berdoa ya agar Alloh jaga selalu kita dan keluarga dari musibah dan kecelakaan baik kecil apalagi besar. Aamiin

Upaya maksimal anak bebas Influenza

Juli, bulan tahun ajaran baru dimulai. Banyak cerita di bulan ini, dari first day school nya anak-anak, sampai never ending story tentang sekolah yang tiap hari diceritakan dengan semangat oleh mereka.

Aku punya temen baru, Ummi

Aku tadi dibagi bekal sama temen

Ummi, ustadznya Abang suka, ngajarnya enak, Abang jadi lebih mudah mengerti“,

sampai

Ummi temenku tadi batuk-batuk dikelas, kemarin dia jajan es sampe 3x di sekolah

Jedeeeeer, drama anak sekolah dimulai.

It takes a village to raise a children. Butuh orang sekampung buat membesarkan anak. Dua kampung malah, kampung di rumah dan kampung di sekitar sekolah.

Kita bisa menjaga anak-anak di rumah dari makanan yang kurang higienis. Kita pasti sudah jago memasak makanan yang sehat, bergizi seimbang buat anak. Dan kita juga pasti tahu bagaimana seharusnya treatment untuk anak bila sakit.

Tapi tidak di sekolah. Di sekolah bermacam tipe anak ada. Anak kita bergaul dengan banyak karakter teman-temannya. Dan tetep ya, namanya anak-anak, suka slebor, kurang hati-hati. Termasuk kebiasaan mereka bila lagi batuk dan flu. Cukup buat ingus atau bekas bersinnya di tisu, dan anak bisa lanjut main, tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Padahal, ini cara penyebaran virus flu dan batuk diantara anak-anak di sekolah, selain bersih dan batuk dengan bebas, tanpa ditutup.

Influenza atau Flu adalah penyakit yang paling sering diderita anak, terutama anak usia sekolah. Virus flu, memang sering dianggap sepele, padahal komplikasinya hingga ke infeksi paru-paru seperti pneumonia dan bronchitis.

Dan virus flu ini sangat mudah menyebar. Penyebaran umumnya terjadi melalui udara, melalui percikan ludah atau bersin. Selain itu bisa juga melalui sentuhan antara anak terinteksi ke temannya yang sehat. Virus flu ini bisa bertahan 48jam loh, sampai dia menemukan “tempat tinggal” yang baru. Errrr.

Jadi, ikhtiar apa yang bisa kita lakukan untuk memperkuat imunitas anak, agar tidak mudah tertular virus flu. Buat saya dan keluarga, yang pertama itu adalah berdoa, agar anak-anak selalu diberikan nikmat kesehatan oleh Alloh. Selanjutnya ikhtiar kita berupa memberikan makanan bergizi seimbang, menambah dengan vitamin dan suplemen, mengajak anak berolahraga agar lebih fit dan sehat, dan rajin mencuci tangan.

Selain hal-hal diatas, pencegahan influenza juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin. Vaksinasi flu direkomendasikan untuk seluruh keluarga mulai dari usia 6 bulan. Manfaat vaksin flu antara lain biiznillah untuk mengurangi resiko terkena flu dan komplikasinya, dan juga untuk perlindungan diri sendiri dan anggota keluarga.

Vaksin influenza ini terdiri dari dua jenis, yaitu trivalent dan quadrivalent. Vaksin influenza trivalent merupakan vaksin dengan kandungan tiga galur virus. Sedangkan vaksin influenza jenis quadrivalent mengandung empat galur virus. Yang paling optimal tentu vaksin influenza jenis quadravalent.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin influenza untuk:

  • Anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun
  • Orang lanjut usia (lebih dari 65 tahun)
  • Wanita hamil
  • Penderita penyakit kronis
  • Pekerja medis

Agar penggunaan vaksin influenza efektif dan aman, sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum melakukan vaksinasi yaa.

Jadi, siap bertemu dokter sebelum masuk sekolah senin besok?