Kami Keluarga Happy, Better Safe than Sorry.

Ada istilah yang sering kita dengar bahwa seorang Ibu tidak boleh sakit. Karena bila Ibu sakit, maka akan banyak pekerjaan yang terbengkalai, anak-anak menjadi kurang perhatian, dan belum lagi pengaruh kepada pekerjaan sampingan yang lain, bila ada. Jadi wajar bila seorang Ibu harus selalu sehat, fit, gesit dan sigap dalam menjalani hari.

Tapi seorang Ibu tetaplah manusia, yang pasti bisa sakit juga. Seperti saya yang semingguan ini beberapa kali terserang migrain. Kadang di sisi kanan kepala, tengah, belakang, kiri, semua sisi bergantian. Saya butuh sesuatu yang bisa cepat dan efektif, agar saya bisa tetap beraktivitas dengan baik, anter jemput anak, memasak, dan segudang pekerjaan Ibu lainnya.

Alhamdulillah, kemudian saya mendapat kesempatan untuk mengikuti acara TUM Luncheon bulan ini, yang kali ini temanya seperti jawaban atas masalah saya akhir-akhir ini (yang lagi sering Migrain). Keluarga Happy Tanpa Nyeri, Better Safe Than Sorry.

Courtesy : @the_urbanmama

Acara ini menghadirkan pembicara, Dokter Sarah Audia dan Mom Fifi Alvianto. Dalam 1 jam pemaparan materi, kami dipenuhi ilmu oleh dr Sarah Audia. Beliau mengutarakan bahwa tentu mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Memiliki gaya hidup sehat akan lebih baik daripada mengkonsumsi obat. Makan makanan sehat, olahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, tidak meminum minuman beralkohol, menjauhi stress harus kita lakukan untuk mendapatkan kesehatan yang paripurna. Tetapi tentu sesempurna apapun kita menjaga diri untuk tetap sehat, pasti ada masanya sakit juga. Yang paling rutin menyerang untuk Ibu-ibu seperti nyeri haid dan sakit kepala. Untuk anak-anak umumnya demam, common cold, diare.

Courtesy : @the_urbanmama

Kemudian apakah semua keluhan diatas harus ditangani dengan obat?
Tentu iya, jika sakit tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari. Dan sebagai langkah aman dalam pengobatan keluhan diatas adalah, menggunakan pereda nyeri.

Semua Ibu pasti sudah memiliki stok parasetamol dirumah ya. Saya sendiri punya, sebagai P3K bila anak deman. Tapi apakah parasetamol itu aman?

Yaa, parasetamol untuk saat ini merupakan pereda demam dan nyeri yang paling aman. Tetapi tidak semua parasetamol yang dijual bebas, hanya mengandung bahan-bahan yang aman. Umumnya parasetamol mengandung Kafein, padahal kafein tidak sepenuhnya aman, terutama untuk ibu hamil. Kafein pada ibu hamil dapat menembus plasenta dan bisa berdampak pada janin yang dikandung. Selain itu Kafein pada ibu hamil bisa mengakibatkan kecemasan, anemia, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah. Jadi, kepada para ibu hamil, mohon diperhatikan asupannya ya.

Di acara ini para peserta diperkenalkan dengan Biogesic, sebagai pereda nyeri keluarga yang mengandung 100% paracetamol tanpa kafein yang aman bagi keluarga di segala usia. Semua pasti sudah tahu Biogesic sebagai obat yang direferensikan oleh dokter bertahun-tahun. Biogesic ini aman bagi ibu hamil dan menyusui, dan tidak menyebabkan iritasi pada lambung.

Biogesic memiliki dua varian, yaitu Biogesic Tablet yang mengandung 500mg Parasetamol, dan Biogesic Anak yang mengandung 160mg Parasetamol. Biogesic tablet dikemas dalam kemasan strip isi empat yang praktis dibawa kemana-mana. Biogesic Anak yang rasanya enak dan tidak meninggalkan after taste pahit pada lidah anak. So, kalo anak sudah pernah mencoba Biogesic Anak, pasti ga akan drama kalo diminta minum obat Biogesic Anak 🙂

Yang menyenangkan dari acara tersebut, kami dibekali stok Biogesic Tablet dan Biogesic Anak dirumah. Waaaaah so Happy. Tidak berharap akan dimakan sih, tapi tetap kami memilih safe daripada sorry ❤

Terimakasih Biogesic dan The Urban Mama untuk ilmu yang dibagikan hari ini. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan agar bisa menjadi Ibu yang semakin paripurna 🙂

xoxo

Belanja Bulanan di toko kelontong

Apa bedanya belanja bulanan di Hypermarket dan toko kelontong?

Gara-gara suka ngebandingin harga sebelum belanja, saya jadi tau kalo harga di Hypermarket ituu rata-rata lebih mahal daripada di toko kelontong, walaupun lagi diskon.

Sebagai contoh, minuman instan isi 5 di Hyper market merk C harganyaa 10.000, di toko kelontong 14.000 serenceng isi 10. Kopi instan favorit saya isi 20 harga di C 32.000 (kalo diskon ga pernah dibawah 25.000), di toko kelontong serenceng 9500 isi 10. Jauh banget kaan. Belom lagi transportnyaa, jajannya, dan laper mata yang bikin belanja jadi impulsif.

Jadilah hari ini mencoba belanja bulanan di toko kelontong. Dari sabun sampe cemilaan, habis ga lebih dari 200.000. Anak-anak juga cuma minta beliin Yogurt sama Biskuit, anggep ajaa reward nemenin Ummi belanja yaa.

Toko seperti ini pasti banyak di sekitar kita. Toko yang saya kunjungi ini alhamdulillah lengkap, lumayan rapi, harga barang murah, pemilik toko ramah, dan yang bantu ngelayanin juga ramah. Plus insyaalloh bernilai ibadah apabila niat kita untuk berkontribusi menggerakkan ekonomi ummat.

Ga perlu lagi lah kenyamanan ala belanja di mall, karena abis belanja bisa segera pulang kerumah, ga bikin capek, bs tidur siang sama keluarga, dan itu nyaman sekalii buat sayaa. Bonus lainnya, dompet lebih aman ☺

Yooookkk belanjaa bulanan di toko kelontong, dan warung tetangga 😉